top of page

Program Intervensi Berdasarkan Tingkat Kematangan Budaya Coaching

I wrote a blog about how to measure maturity level of a coaching culture. In this blog, I will explain what the company can do to increase the coaching culture maturity in each level.


Model ini menggunakan 5 tingkat kematangan budaya coaching, dengan fokus pada intervensi praktis dan realistis, termasuk untuk organisasi dengan sumber daya terbatas.



Level 1 — Belum Ada / Budaya Direktif

“Coaching belum dipahami dan belum dihargai.”


Ciri-ciri:

  • Gaya kepemimpinan command-and-control

  • Coaching dianggap sebagai cara “memperbaiki kinerja yang buruk”

  • Tidak ada bahasa atau pemahaman bersama tentang coaching

  • Manajer lebih sering memberi jawaban daripada bertanya


Tujuan utama intervensi:

👉 Membangun kesadaran dan rasa aman psikologis


Program intervensi

1. Coaching Awareness untuk Pimpinan

  • Workshop atau webinar singkat (2–3 jam)

  • Materi:

    • Apa itu coaching dan apa yang bukan coaching

    • Perbedaan managing, mentoring, dan coaching

    • Dampak coaching terhadap kinerja dan engagement

  • Hasil: pemahaman bersama dan komitmen awal


2. Sesi Perubahan Mindset Pemimpin

  • Sesi reflektif:

    • “Bagaimana saya belajar paling efektif?”

    • “Kapan memberi jawaban justru mengurangi ownership?”

  • Pengenalan prinsip dasar coaching:

    • Rasa ingin tahu (curiosity)

    • Mendengarkan secara aktif

    • Tidak menghakimi


3. Role Model dari Pimpinan Senior

  • Pimpinan senior menunjukkan perilaku coaching:

    • Mengajukan pertanyaan terbuka dalam rapat

    • Mengundang pendapat tim

  • Belum coaching formal — fokus pada teladan perilaku


Indikator keberhasilan:

Pemimpin mulai berbicara positif tentang coaching dan terbuka untuk mencoba.


Level 2 — Coaching Mulai Tumbuh

“Sebagian pimpinan mulai mempraktikkan coaching.”


Ciri-ciri:

  • Coaching dilakukan tidak konsisten

  • Sebagian manajer sudah dilatih, sebagian belum

  • Coaching masih dianggap “nice to have”

  • Keterampilan coaching masih dasar dan kaku


Tujuan utama intervensi

👉 Membangun keterampilan dan kepercayaan diri coaching


Program intervensi

1. Pelatihan Keterampilan Coaching Dasar

  • Fokus praktik, bukan teori:

    • Powerful questions

    • Active listening

    • Penetapan tujuan (misalnya GROW)

  • Menggunakan kasus nyata di tempat kerja

  • Role play dan umpan balik sejawat


2. Peer Coaching Circle

  • Kelompok kecil (3–5 manajer)

  • Pertemuan bulanan:

    • Satu orang membawa tantangan nyata

    • Anggota lain berperan sebagai coach (bukan pemberi saran)

  • Biaya rendah, dampak tinggi


3. Dukungan “Coach the Manager”

  • HR atau internal coach:

    • Mengobservasi percakapan coaching

    • Memberikan feedback

  • Menjaga kualitas praktik coaching


Indikator keberhasilan:

Manajer mulai memilih coaching dibanding langsung memberi instruksi.


Level 3 — Budaya Coaching Terdefinisi

“Coaching menjadi ekspektasi kepemimpinan.”


Ciri-ciri

  • Bahasa coaching digunakan secara luas

  • Coaching rutin dilakukan dalam 1-on-1

  • Coaching terhubung dengan performance review

  • Karyawan mulai meminta coaching


Tujuan utama intervensi

👉 Mengintegrasikan coaching ke dalam sistem organisasi


Program intervensi

1. Performance Management Berbasis Coaching

  • Perubahan fokus dari:

    • Menilai & menghakimi → refleksi & pengembangan

  • Alat bantu:

    • Pertanyaan coaching dalam template review

    • Diskusi pengembangan, bukan hanya target


2. Pengembangan Internal Coach

  • Identifikasi pimpinan dengan kemampuan coaching kuat

  • Dilatih menjadi:

    • Internal coach

    • Mentor bagi manajer lain

  • Menciptakan keberlanjutan


3. Coaching Supervision / Refleksi

  • Ruang aman untuk para coach:

    • Mendiskusikan tantangan

    • Dilema etika

  • Menjaga konsistensi dan kualitas


Indikator keberhasilan:

Coaching terjadi secara alami, tanpa perlu disuruh.


Level 4 — Budaya Coaching Terintegrasi

“Coaching memengaruhi cara kerja organisasi.”


Ciri-ciri

  • Coaching mendukung strategi dan perubahan

  • Coaching digunakan lintas tim

  • Karyawan saling melakukan coaching

  • Tingkat kepercayaan dan akuntabilitas tinggi


Tujuan utama intervensi

👉 Menskalakan coaching dan menghubungkannya dengan hasil bisnis


Program intervensi

1. Team Coaching

  • Fokus pada:

    • Kolaborasi

    • Pengambilan keputusan

    • Akuntabilitas tim

  • Digunakan saat:

    • Eksekusi strategi

    • Transformasi

    • Kerja lintas fungsi


2. Coaching untuk Peran Strategis

  • Coaching terarah untuk:

    • High potentials

    • Change leaders

    • Peran kritikal

  • Dikaitkan dengan outcome yang terukur


3. Coaching dalam Talent & Succession

  • Coaching mendukung:

    • Leadership pipeline

    • Transisi kesiapan peran

  • Coaching sebagai akselerator pengembangan


Indikator keberhasilan:

Coaching berkontribusi langsung pada kinerja dan agility organisasi.


Level 5 — Budaya Coaching Berkelanjutan

“Coaching menjadi cara organisasi belajar.”


Ciri-ciri:

  • Coaching tertanam kuat dalam budaya

  • Pembelajaran berkelanjutan dan mandiri

  • Ownership dan adaptabilitas tinggi

  • Pemimpin menciptakan pemimpin baru


Tujuan utama intervensi:

👉 Menjaga, mengembangkan, dan melindungi budaya coaching


Program intervensi

1. Coaching sebagai Kapabilitas Organisasi

  • Coaching tertanam dalam:

    • Standar kepemimpinan

    • Nilai organisasi

    • Kerangka pengambilan keputusan

  • Tidak tergantung individu tertentu


2. Pengembangan Coach Berkelanjutan

  • Pembelajaran lanjutan:

    • Systemic coaching

    • Kepemimpinan adaptif

  • Supervision dan komunitas belajar rutin


3. Review Dampak Coaching & Kesehatan Budaya

  • Mengukur:

    • Kualitas percakapan

    • Tingkat kepercayaan

    • Learning agility

  • Intervensi disesuaikan dengan dinamika organisasi


Indikator keberhasilan:

Budaya coaching tetap hidup meskipun terjadi pergantian pimpinan.


Ringkasan

Level

Fokus

Jenis Intervensi

Level 1

Kesadaran

Mindset & edukasi

Level 2

Keterampilan

Pelatihan coaching

Level 3

Integrasi

Sistem & proses

Level 4

Skalabilitas

Team & strategic coaching

Level 5

Keberlanjutan

Kapabilitas & budaya


 
 
 

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page