Perbandingan Antara ROTI dan Kirkpatrick Level 4 Dalam konteks Evaluasi Efektivitas Pelatihan
- Farvis Indonesia
- Oct 14
- 2 min read
1. Pengantar Singkat
Dalam evaluasi pelatihan, dua pendekatan yang sering digunakan untuk mengukur hasil akhir (impact) adalah:
ROTI (Return on Training Investment) — berfokus pada nilai finansial dari pelatihan.
Kirkpatrick Level 4 (Results) — berfokus pada hasil bisnis dan perubahan kinerja organisasi akibat pelatihan.
Keduanya menilai dampak pelatihan terhadap bisnis, tetapi dengan fokus dan pendekatan yang berbeda.
2. Perbandingan ROTI vs Kirkpatrick Level 4
Aspek | Kirkpatrick Level 4 (Results) | ROTI (Return on Training Investment) |
Tujuan Utama | Mengukur sejauh mana pelatihan berkontribusi pada hasil bisnis (kinerja, produktivitas, penjualan, efisiensi, kepuasan pelanggan, dll.) | Mengukur nilai finansial dari hasil pelatihan dibandingkan biaya pelatihan (apakah investasi pelatihan “layak” secara ekonomi). |
Fokus Evaluasi | Dampak kinerja dan organisasi (output dan outcome) | Nilai ekonomi dan efisiensi investasi pelatihan |
Pendekatan Pengukuran | Kualitatif dan kuantitatif (mengukur perubahan perilaku kerja, produktivitas, hasil organisasi) | Kuantitatif (mengonversi hasil pelatihan menjadi nilai uang dan menghitung tingkat pengembalian investasi) |
Output yang Dihasilkan | Indikator kinerja meningkat (misalnya: penurunan error 20%, peningkatan output 15%) | Persentase pengembalian investasi (misalnya: ROTI = 125%) |
Sumber Data | Data bisnis, KPI karyawan, wawancara atasan, observasi lapangan, laporan performa | Data biaya pelatihan, data manfaat (benefit) dalam bentuk nilai rupiah, laporan keuangan |
Orientasi | Outcome-oriented (hasil nyata terhadap tujuan organisasi) | Financial-oriented (nilai ekonomi dari hasil pelatihan) |
Kelebihan | Memberikan gambaran konkret tentang bagaimana pelatihan memengaruhi performa bisnis dan karyawan | Memberikan justifikasi finansial yang kuat bagi manajemen/CEO untuk menilai ROI program pelatihan |
Keterbatasan | Tidak selalu mengubah hasil menjadi angka finansial; kadang sulit mengkuantifikasi | Mengabaikan manfaat non-finansial (motivasi, engagement, budaya belajar) yang sebenarnya tetap penting |
Kapan Digunakan | Ketika perusahaan ingin memahami dampak bisnis dari pelatihan | Ketika perusahaan ingin menilai kelayakan investasi pelatihan secara ekonomi |
3. Hubungan antara Kirkpatrick Level 4 dan ROTI
Keduanya sebenarnya berhubungan erat dan saling melengkapi:
Kirkpatrick Level 4 mengukur hasil bisnis yang dihasilkan oleh pelatihan (misalnya peningkatan produktivitas, penurunan komplain pelanggan, peningkatan penjualan).
ROTI kemudian mengonversi hasil Level 4 tersebut menjadi nilai finansial, untuk menunjukkan seberapa besar return yang didapat dari investasi pelatihan.
Dengan kata lain:
Kirkpatrick Level 4 menjawab “Apa hasil bisnis dari pelatihan?”ROTI menjawab “Berapa nilai uang dari hasil bisnis tersebut?”
4. Contoh Sederhana
Perusahaan Perkebunan mengadakan pelatihan Lean Manufacturing untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Hasil dari Kirkpatrick Level 4 | ROTI |
Produktivitas meningkat 10%, waktu proses menurun 15%, dan biaya operasional berkurang Rp 300 juta per tahun. | Total biaya pelatihan = Rp 120 juta, maka ROTI = ((300–120)/120) × 100 = 150% |
Interpretasi:
Dari Level 4, pelatihan terbukti meningkatkan hasil bisnis.
Dari ROTI, pelatihan terbukti sangat menguntungkan secara finansial.
5. Kesimpulan





Terima kasih Bu Farina. Saya jadi lebih paham penggunaan ROTI dan Kirkpatrick