top of page

Panduan Menyusun Technical Competency Framework Untuk Departemen Eksplorasi Perusahaan Migas

1. Tentukan Tujuan dan Prinsip Dasar

Sebelum menyusun rerangka kompetensi teknikal, tentukan dulu why (mengapa penting bagi Anda) tujuan apa yang ingin dicapai dengan menyusun technical competency untuk divisi eksplorasi. Misalnya, hal ini penting karena akan:

·       Mendukung efektivitas kegiatan eksplorasi (discovery → appraisal → development).

·       Menjamin fit-for-role (kompetensi teknis sesuai jabatan).

·       Menjadi dasar untuk asesmen, pelatihan teknis, career path, dan succession plan.


Prinsip dasar:

  • Harus spesifik pada tahapan eksplorasi migas.

  • Berdasarkan best practice industri (misal: SPE, IOGP, Schlumberger, Shell competency model).

  • Terukur dan bisa dikembangkan bertahap (level beginner hingga expert).


2. Petakan Struktur Jabatan di Departemen Eksplorasi

Biasanya meliputi:

Area Fungsi

Contoh Jabatan

Geoscience

Geologist, Geophysicist, Seismic Interpreter

Petrophysics

Petrophysicist, Core Analyst

Reservoir Engineering (Exploration phase)

Reservoir Engineer (Exploration Support)

Exploration Project Management

Exploration Project Manager, Exploration Planner

Drilling & Well Planning

Drilling Engineer, Wellsite Geologist

HSE & Risk Assessment

Exploration HSE Specialist, Risk Analyst


3. Identifikasi Technical Competency Domain

Gunakan domain kompetensi utama berikut:

Domain Kompetensi

Contoh Kompetensi Teknis

Geology & Geophysics

Seismic Interpretation, Structural Mapping, Basin Modeling, Stratigraphic Analysis

Petrophysics

Log Interpretation, Core Data Integration, Rock Physics

Reservoir Characterization

Volumetric Estimation, Uncertainty Analysis

Geochemical Analysis

Source Rock Evaluation, Hydrocarbon Migration

Exploration Risk & Uncertainty

Prospect Evaluation, Play Analysis

Exploration Economics

Resource Classification (SPE-PRMS), Exploration Portfolio Ranking

Drilling Planning (Exploration Phase)

Well Location Optimization, Drilling Risk Management

Data Management & GIS

Seismic Data Processing, Data Quality Control

HSE & Regulatory Compliance

Environmental Baseline, Permit Requirements

Technology Application

Subsurface Modeling Software (Petrel, Kingdom, etc.)


4. Definisikan Level Kompetensi

Gunakan 4–5 level kompetensi, misalnya:

Level

Deskripsi

Contoh

1.     Awareness

Memahami konsep dasar

Menjelaskan prinsip dasar seismic interpretation

2.     Basic Application

Dapat menerapkan dengan supervisi

Melakukan interpretasi zona reservoir dengan bimbingan

3.     Proficient

Dapat bekerja mandiri

Melakukan evaluasi prospect secara independen

4.     Advanced

Menjadi subject matter expert

Memimpin studi eksplorasi lintas fungsi

5.     Strategic / Mastery

Mengembangkan metodologi baru

Merancang strategi eksplorasi wilayah baru


5. Validasi dengan Expert & Benchmark

·       Libatkan senior geologist, chief geophysicist, dan exploration manager.

·       Bandingkan dengan framework dari:

o   IOGP Competence Framework for Geoscientists

o   SPE Petroleum Engineering Competency Matrix

o   Shell / BP Exploration Competency Framework


6. Dokumentasi & Implementasi

Buat dokumen resmi seperti:

1.     Exploration Technical Competency Dictionary – daftar lengkap kompetensi dan definisinya.

2.     Competency Matrix – jabatan vs level kompetensi.

3.     Assessment Guide – panduan untuk self/manager assessment.

4.     Learning Roadmap – rekomendasi pelatihan per level.

 

Contoh potongan matriks sederhana:

Kompetensi

Geologist

Sr. Geologist

Exploration Mgr

Seismic Interpretation

2

4

3

Prospect Evaluation

2

4

5

Exploration Risk Analysis

1

3

5






How to Use This Framework


Framework ini dapat digunakan oleh tiga kelompok utama:

Pengguna

Tujuan Penggunaan

Panduan Praktis

HR Function

  • Acuan competency assessment.

  • Dasar training roadmap & career path.

  • Gunakan Competency Summary Matrix untuk memetakan kesenjangan kompetensi.

  • Hubungkan hasil asesmen ke program pelatihan sesuai domain.

Line Manager

  • Menetapkan ekspektasi teknis tiap level.

  • Alat coaching & feedback.

  • ·Gunakan deskripsi level untuk diskusi pengembangan individu.

Employee / Geoscientist

  • Memahami ekspektasi kompetensi di level saat ini & berikutnya.

  • Gunakan sebagai panduan self-development & career planning.

 

Tips penggunaan agar efektif:

·      Gunakan framework ini bersama HR tools lain seperti Job Description, IDP, dan Training Catalog.

·      Lakukan review kompetensi setiap tahun atau setelah proyek besar.

·      Gunakan Learning & Development Roadmap untuk menentukan prioritas pelatihan.


ree

 
 
 

Recent Posts

See All
Analisis KMK RI No. 149 Tahun 2020

Ketika mengajar di program CHRP Batch C14 (93) pagi tadi mengenai Managing Learning & Development, saya merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 149 Tahun 2020 Mengenai Standar Kompetensi

 
 
 

4 Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
Febri
Oct 21
Rated 5 out of 5 stars.

Terima kasih Bu Farina. Bagus sekali Bu.

Like
Guest
Oct 22
Replying to

Thank you mas Febri

Like

ameel.np
Oct 21
Rated 5 out of 5 stars.

Sangat insightful bagi saya yang sedang menyusun kamus kompetensi di perusahaan Oil & Gas. Terima kasih, Bu Farina! 😍

Like
Guest
Oct 22
Replying to

Bisa buat template Ameel. Tinggal masukin data real di perusahaan.

Like
bottom of page