Mengevaluasi Efektivitas Program Pelatihan Menggunakan Metode Return on Training Investment (ROTI) - Simulasi Program Pelatihan Perusahaan Perkebunan
- Farvis Indonesia
- Oct 14
- 4 min read
Di blog ini, saya akan memberi penjelasan lengkap dan praktis tentang bagaimana mengevaluasi efektivitas pelatihan menggunakan metode ROTI (Return on Training Investment). Selanjutnya saya akan memberikan sebuah simulasi penghitungan ROTI untuk sebuah program pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan perkebunan.
š§ 1. Pengertian ROTI
ROTI (Return on Training Investment)Ā adalah pendekatan untuk mengukur tingkat pengembalian (return)Ā dari investasi pelatihan, baik secara finansialĀ maupun non-finansial. Tujuannya adalah menjawab pertanyaan:
āApakah pelatihan ini memberikan nilai tambah yang sebanding atau lebih besar dari biaya yang dikeluarkan?ā
āļø 2. Rumus Dasar ROTI
Secara umum, rumus ROTI adalah:
ROTIĀ (%)=(BenefitĀ PelatihanāBiayaĀ Pelatihan) Ć100
ā³ļø Keterangan:
Benefit Pelatihan:Ā hasil atau keuntungan yang diukur dari peningkatan kinerja, efisiensi, produktivitas, penurunan biaya, peningkatan penjualan, dll.
Biaya Pelatihan:Ā seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan pelatihan (trainer fee, tempat, akomodasi, waktu kerja yang hilang, materi, dll.)
š§© 3. Langkah-Langkah Mengukur ROTI
Langkah 1 ā Identifikasi Tujuan Pelatihan
Tentukan apa yang ingin dicapai: contohnya peningkatan produktivitas 10%, pengurangan error 20%, peningkatan kepuasan pelanggan, dsb.
Langkah 2 ā Hitung Total Biaya Pelatihan
Biaya ini mencakup:
Biaya trainer/fasilitator
Biaya peserta (gaji selama pelatihan, transportasi, hotel, dll.)
Biaya tempat, konsumsi, dan materi
Biaya pengembangan modul
Biaya administrasi
ā”ļø Misal total biaya = Rp 100 juta
Langkah 3 ā Ukur Manfaat (Benefit) Pelatihan
Manfaat bisa berupa:
Kuantitatif:Ā peningkatan produktivitas, penghematan waktu, peningkatan penjualan, penurunan biaya.
Kualitatif:Ā peningkatan motivasi, budaya kerja, kepemimpinan ā meskipun sulit dihitung langsung, dapat dikonversi ke nilai rupiah jika memungkinkan.
ā”ļø Misal setelah pelatihan, produktivitas meningkat dan menghasilkan tambahan keuntungan senilai Rp 180 juta.
Langkah 4 ā Hitung ROTI
ROTI (%) = (Rp180jutaāRp100juta) Ć100 = 80%
ā”ļø Artinya, setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp 1,80Ā (Rp 1 modal + Rp 0,80 keuntungan).
š” 4. Interpretasi ROTI
Nilai ROTI | Interpretasi |
< 0% | Rugi ā pelatihan tidak efektif |
0ā50% | Cukup ā manfaat belum signifikan |
50ā100% | Baik ā pelatihan mulai memberikan dampak |
>100% | Sangat Baik ā pelatihan sangat efektif dan memberikan nilai tinggi |
š 5. Contoh Kasus Singkat
Sebuah perusahaan perkebunan mengadakan pelatihan āLean Process Improvementā untuk 50 orang.
Komponen | Nilai (Rp) |
Biaya pelatihan | 200.000.000 |
Penghematan biaya operasional setelah pelatihan | 350.000.000 |
Tambahan produktivitas (nilai output) | 100.000.000 |
Total Benefit = 450.000.000
ROTI = (450ā200)200Ć100 =125% R
ā Artinya, pelatihan menghasilkan return 125%, sangat efektif.
š§ 6. Tips Evaluasi ROTI yang Baik
Gunakan data sebelum dan sesudah pelatihanĀ (pre-post comparison).
Libatkan atasan langsung pesertaĀ untuk menilai perubahan kinerja.
Gunakan survei kepuasan peserta dan stakeholderĀ sebagai pendukung.
Jika memungkinkan, konversi hasil non-finansial ke nilai rupiahĀ (misalnya: penurunan turnover, waktu kerja lebih efisien, dsb.).
Selanjutnya kita lanjutkan dengan simulasi penghitungan ROTI yang sedikit lebih sofisticated dengan menggunakan 3 skenario asumsi benefit: conservative, realistic, optimistic.
Simulasi penghitungan ROTI untuk program Leadership Agility for Plantation ManagersĀ
1. Asumsi utama
Jumlah peserta = 60Ā manajer kebun.
Baseline laba bersih per unit (per manajer) per tahunĀ = 1.200.000.000Ā IDR.
Peningkatan produktivitas akibat training = 10%.
Pengurangan turnover akibat training = 5%Ā dari 60 peserta = 3 orang; biaya penggantian akibat turnover setiap orang = 50% dari gaji tahunan.
Gaji bulanan manajer = 25.000.000Ā IDR ā gaji tahunan = 25.000.000 Ć 12 = 300.000.000Ā IDR.
Biaya penggantian akibat turnover per orang = 50% Ć 300.000.000 = 150.000.000 IDR.
Biaya training (estimasi)
Development materi (one-off) = 150.000.000Ā IDR
Biaya pelaksanaan training (transport, akomodasi, materi) per peserta = 2.000.000Ā IDR ā total = 2.000.000 Ć 60 = 120.000.000 IDR
Trainer & fasilitator = 40.000.000Ā IDR
Biaya waktu peserta (opportunity cost):
Upah per jam = gaji bulanan / jam kerja per bulan. Asumsi jam kerja per bulan = 173 jam.
ā upah/jam = 25.000.000 Ć· 173 = 144.508,67Ā IDR/jam (saya bulatkan saat perlu).
Total jam yang dihabiskan per peserta (pelatihan + action project) = 64 jam.
ā biaya waktu per peserta = 64 Ć 144.508,67 = 9.248.555Ā IDR (per peserta).
ā biaya waktu total = 9.248.555 Ć 60 = 554.913.300Ā IDR.
2. Hitung total biaya training (Cost)
Rincian biaya:
Development = 150.000.000
Delivery total = 120.000.000
Trainer = 40.000.000
Biaya waktu peserta total = 554.913.300
Total biaya (Cost)Ā = 150.000.000 + 120.000.000 + 40.000.000 + 554.913.300 = 864.913.300Ā IDR
3. Hitung manfaat (Benefit) ā skenario realistis (10% peningkatan produktivitas)
Peningkatan produktivitas
Peningkatan per unit (per manajer) = 10% Ć 1.200.000.000 = 120.000.000Ā IDR (manfaat per manajer per tahun)
Untuk 60 manajer: 120.000.000 Ć 60 = 7.200.000.000 IDR
Pengurangan turnover (savings)
Orang terselamatkan (akibat penurunan turnover) = 5% Ć 60 = 0,05 Ć 60 = 3 orang
Biaya penggantian per orang = 150.000.000 (lihat asumsi)
Savings = 3 Ć 150.000.000 = 450.000.000Ā IDR
Total Benefit (tahun 1)
Benefit total = 7.200.000.000 + 450.000.000 = 7.650.000.000 IDR
4. Hitung ROTI (skenario realistis)
Net benefit (manfaat bersih)
Net benefit = Total Benefit ā Total Cost= 7.650.000.000 ā 864.913.300 = 6.785.086.700Ā IDR
ROTI (dinyatakan dalam %)
ROTI (%) = (Net benefit Ć· Total Cost) Ć 100= (6.785.086.700 Ć· 864.913.300) Ć 100 = 784,48%
Pembulatan praktis:Ā ~785% ROTIĀ untuk tahun pertama (skenario realistis).
5. Sensitivitas ā 3 skenario ringkas
Saya tampilkan ringkasan tiga skenario (Conservative / Realistic / Optimistic).
Asumsi produktivitas (per manager):
Conservative = 5%
Realistic = 10%Ā (seperti perhitungan di atas)
Optimistic = 15%
Retention savings saya proyeksikan:
Conservative = 150.000.000Ā IDR
Realistic = 450.000.000Ā IDR
Optimistic = 900.000.000Ā IDR
Skenario | Benefit total (IDR) | Net benefit (IDR) | ROTI (%) ā |
Conservative (5%) | 3.750.000.000 | 3.750.000.000 ā 864.913.300 = 2.885.086.700 | 333,7% |
Realistic (10%) | 7.650.000.000 | 7.650.000.000 ā 864.913.300 = 6.785.086.700 | 785% |
Optimistic (15%) | 11.700.000.000 | 11.700.000.000 ā 864.913.300 = 10.835.086.700 | 1.253% |
Catatan: angka-angka di atas dibulatkan untuk kejelasan; detail perhitungan lengkap skenario realistis sudah diberikan langkah-per-langkah.
6. Catatan penting & rekomendasi pelaksanaan pengukuran
Attribution / kausalitas: Pastikan perubahan KPI (produktifitas, retensi) memang disebabkan oleh training ā gunakan kontrol atau baseline periode sebelumnya.
Pengukuran periodik: lakukan pengukuran di 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan untuk melihat sustainabilitas dampak.
Pengumpulan data: simpan data produksi/hasil per unit, absensi, laporan action learning project, survei keterlibatan karyawan.
Sensitivitas input: gantikan asumsi baseline (laba per unit, % peningkatan) dengan data nyata untuk mendapatkan ROTI yang lebih akurat.
Non-monetary benefits: budaya coaching, kepuasan kerja, kualitas kepemimpinan tidak sepenuhnya tercapture dalam ROTI ā laporkan juga KPI kualitatif (Kirkpatrick L1āL3).





Comments