top of page

What HR could do when salary inversion/compression happen?

Ketika pro-hire untuk level VP (misalnya) menerima gaji yang lebih rendah dari karyawan lama yang levelnya di bawahnya, apa yang harus dilakukan?


Contoh kasus:

Jabatan

Masa Kerja

Gaji

Senior Manager (atasan, pro hire)

Baru bergabung

Rp50 juta

Manager (bawahan)

20 tahun

Rp55 juta

Kasus ini lebih tepat disebut Salary Inversion, karena:

  • Jabatan atasan memiliki grade dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

  • Namun gajinya justru lebih rendah daripada bawahannya.

➡️ Ini memenuhi definisi Salary Inversion (Pay Inversion).


Namun, bisa jadi sebelumnya diawali oleh Salary Compression

Salary compression adalah fenomena dimana gaji atasan dan bawahan tidak berbeda secara signifikan. Misalnya:

Jabatan

Gaji

Senior Manager

Rp50 juta

Manager

Rp49 juta

Selisih hanya Rp1 juta.

Di tahap ini masih disebut Salary Compression karena gaji atasan dan bawahan sudah terlalu dekat.


Jika kemudian setelah beberapa tahun, karyawan di level manajer sudah mengalami kenaikan gaji, dan perusahaan melakukan pro-hire untuk level senior manager dengan menggunakan exsisting salary range sehingga perbandingannya menjadi seperti ini:

Jabatan

Gaji

Senior Manager

Rp50 juta

Manager

Rp55 juta

Maka situasinya berubah menjadi Salary Inversion.

Jadi secara sederhana:

  • Compression = selisih gaji terlalu kecil.

  • Inversion = urutan gaji terbalik (bawahan lebih tinggi dari atasan).

Untuk kasus ini, apabila pro hire sebagai atasan memang menerima gaji lebih rendah dibanding bawahannya yang lebih lama bekerja, maka istilah yang paling tepat adalah Salary Inversion.


Dari perspektif remunerasi, ini belum tentu salah. Yang perlu diperiksa adalah:

  1. Apakah gaji pro hire sesuai dengan harga pasar untuk jabatannya?

  2. Apakah bawahan tersebut sudah berada di atas salary range yang seharusnya?

  3. Apakah ada alasan bisnis yang kuat (misalnya keahlian langka, kontribusi luar biasa, atau masa kerja yang sangat panjang)?

  4. Apakah kondisi ini hanya terjadi pada satu-dua orang atau sudah menjadi pola yang meluas?


Jika inversion terjadi pada banyak posisi, biasanya itu menandakan bahwa struktur remunerasi perlu direview karena dapat menimbulkan:

  • Kesulitan menarik pemimpin baru.

  • Keengganan menerima promosi.

  • Persepsi ketidakadilan dalam organisasi.

  • Meningkatnya risiko turnover pada talenta kepemimpinan.

Karena itu, solusi yang biasanya direkomendasikan bukan langsung menaikkan gaji pro hire, melainkan melakukan analisis internal equity dan salary structure review secara menyeluruh untuk memastikan hubungan antar-grade tetap logis dan adil.


Untuk kasus salary inversion antara pro hire dan karyawan lama, saya sarankan melakukan Internal Equity Review dan Salary Structure Review secara sistematis. Tujuannya bukan mencari siapa yang "kelebihan gaji", tetapi memastikan bahwa kompensasi mencerminkan nilai jabatan, kompetensi, kinerja, dan pasar.


Tahap 1: Analisis Internal Equity


1.1. Data yang Perlu Dikumpulkan

Untuk setiap karyawan:

  • Jabatan

  • Grade

  • Gaji pokok

  • Total cash compensation (gaji + bonus + tunjangan tetap)

  • Masa kerja

  • Total pengalaman kerja

  • Kinerja 3 tahun terakhir

  • Pendidikan dan sertifikasi

  • Criticality posisi


Contoh:

Nama

Grade

Gaji

Masa Kerja

Rating Kinerja

A

15

50 jt

1 th

Exceed

B

14

55 jt

20 th

Meet

C

14

48 jt

5 th

Exceed


1.2. Buat Internal Equity Matrix

Kelompokkan berdasarkan grade.

Contoh Grade 14:

Nama

Gaji

B

55 jt

C

48 jt

D

46 jt

E

45 jt

Hitung:

  • Minimum

  • Maximum

  • Median

  • Average

Lihat apakah ada outlier.


1.3. Analisis Antar Grade

Contoh:

Grade

Rata-rata Gaji

13

40 jt

14

48 jt

15

50 jt

Jika selisih Grade 14 dan Grade 15 hanya 4%, kemungkinan sudah terjadi compression.

Idealnya terdapat perbedaan yang cukup signifikan antar grade.

Sebagai panduan umum:

  • Supervisor → Manager : 15–20%

  • Manager → Senior Manager : 15–25%

  • Senior Manager → Director : 20–30%


Tahap 2: Salary Structure Review


2.1. Tentukan Salary Philosophy

Contoh:

  • P50 Market = market median

  • P60 Market = sedikit di atas pasar

  • P75 Market = agresif

Misalnya perusahaan memilih:

"Membayar pada posisi P60 pasar untuk kinerja yang memenuhi ekspektasi."

2.2. Buat Salary Range

Contoh:

Grade

Min

Mid

Max

14

40 jt

50 jt

60 jt

15

50 jt

62 jt

75 jt

Dengan demikian Grade 15 tetap memiliki nilai jabatan yang lebih tinggi.


2.3. Hitung Compa-Ratio

Formula:

Compa Ratio = Gaji ÷ Midpoint

Contoh:

Karyawan

Gaji

Midpoint

Compa Ratio

A

50 jt

62 jt

81%

B

55 jt

50 jt

110%

Interpretasi:

  • <80% = relatif rendah

  • 80–120% = normal

  • 120% = perlu ditinjau


Tahap 3: Identifikasi 4 Kelompok Karyawan


3.1. Green Circle: Gaji di bawah minimum range.

Tindakan: Prioritas penyesuaian.


3.2. Normal Range: Gaji berada dalam range.

Tindakan: Merit increase biasa.


3.3.Red Circle: Gaji di atas maksimum range.

Tindakan:

  • Hentikan kenaikan gaji pokok sementara.

  • Berikan bonus lump sum.


3.4. Inversion Cases: Atasan menerima lebih rendah daripada bawahan.

Tindakan:

  • Evaluasi penyebab.

  • Lakukan penyesuaian bertahap.


Rekomendasi Perbaikan

Opsi 1 (Paling Sehat): Perbaikan Bertahap 2–3 Tahun

Misalnya:

Jabatan

Saat Ini

Senior Manager

50 jt

Manager

55 jt

Target:

Tahun

Senior Manager

Manager

Sekarang

50 jt

55 jt

Tahun 1

55 jt

56 jt

Tahun 2

60 jt

57 jt

Tahun 3

65 jt

58 jt

Gap kembali normal tanpa gejolak.


Opsi 2: One-Time Equity Adjustment

Digunakan untuk posisi kritis atau risiko resign tinggi.

Contoh:

  • Senior Manager langsung disesuaikan dari 50 jt menjadi 60 jt.


Opsi 3: Pisahkan Loyalitas dari Base Salary

Banyak perusahaan keluarga mengalami inversion karena menghargai loyalitas melalui gaji pokok.

Alternatif yang lebih sehat:

  • Long service award

  • Retention bonus

  • Profit sharing

  • Tambahan cuti

  • Penghargaan loyalitas

Dengan demikian loyalitas tetap dihargai tanpa merusak struktur gaji.


Rekomendasi untuk Perusahaan Konsultan IT atau Bisnis Keluarga


Saya biasanya menyarankan target berikut:


Struktur Gaji

  • Minimum = 80% midpoint

  • Midpoint = market target

  • Maximum = 120–130% midpoint


Diferensial Antar Grade

  • Minimal 15%

  • Ideal 20%


Review

  • Market benchmarking: setiap tahun

  • Internal equity review: setiap 2 tahun

  • Salary structure redesign: setiap 3–4 tahun


Prinsip Utama

Jangan mencoba membuat semua orang "sama-sama puas".

Tujuan remunerasi bukan menyamakan gaji semua orang, tetapi memastikan bahwa perbedaan gaji dapat dijelaskan secara objektif berdasarkan:

  • Nilai jabatan (job value)

  • Kinerja

  • Kompetensi

  • Pengalaman yang relevan

  • Daya saing pasar

Jika kelima faktor tersebut dapat menjelaskan perbedaan gaji secara konsisten, maka internal equity biasanya dianggap sehat oleh karyawan maupun manajemen.


Referensi

Jika Anda ingin menyusun kebijakan atau proposal remunerasi yang kuat untuk direksi atau pemilik perusahaan, saya sarankan menggunakan referensi dari lembaga kompensasi yang diakui secara internasional seperti SHRM, WorldatWork, Mercer, Salary.com, dan ADP.


 
 
 
bottom of page