How Merger Impacted People and Development - A case study of 2 Finance Companies in Indonesia
- Farvis Indonesia
- Apr 6
- 3 min read

🔗 APA YANG TERJADI DALAM MERGER?
MFinance digabungkan (merger) ke dalam AFinance
Tanggal efektif: 1 Oktober 2025
AFinance menjadi entitas yang bertahan (surviving entity)
MFinance sebagai badan hukum dibubarkan setelah merger
👉 Artinya: ini adalah penggabungan penuh, bukan sekadar kerja sama atau integrasi sistem.
🏦 LATAR BELAKANG MERGER
Merger ini merupakan bagian dari strategi grup perusahaan.
👉 Tujuan besarnys adalah membangun ekosistem keuangan yang kuat dan terintegrasi di Indonesia
⚙️ APA ARTI “INTEGRASI” DALAM PRAKTIK?
1. Operasional & bisnis
Seluruh aset, kontrak, dan operasional dialihkan ke AFinance
Nasabah MFinance otomatis menjadi:👉 nasabah AFinance
Tidak ada perubahan pada cicilan, tenor, perjanjian kredit
2. Cabang & branding
Cabang MFinance diubah menjadi AFinance
Selama masa transisi menggunakan nama: “AFinance (dahulu MFinance)”
3. Sistem & digital
Integrasi dilakukan bertahap (± 1 tahun):
sistem IT
data nasabah
proses operasional
👉 Tidak langsung digabung sekaligus untuk menghindari gangguan bisnis
📈 DAMPAK STRATEGIS
Setelah merger:
Jaringan: 850+ cabang & titik layanan
Nasabah: ±2,6 juta
Menjadi salah satu:👉 perusahaan multifinance terbesar di Indonesia
🎯 Tujuan sinergi
Memperluas jangkauan (MFinance kuat di daerah)
Memperkuat produk (AFinance lebih lengkap)
Mempercepat digitalisasi
Meningkatkan inklusi keuangan
⚠️ TANTANGAN UTAMA
Merger bukan tanpa risiko:
1. Perbedaan budaya
Cara kerja berbeda
Gaya kepemimpinan berbeda
2. Integrasi sistem
Kompleks & butuh waktu
3. Stabilitas layanan
Harus tetap lancar selama transisi
🧠 RINGKASAN SEDERHANA
👉 Ini bukan sekadar “integrasi” biasa
👉 Tapi lebih tepatnya:
MFinance dilebur ke dalam AFinance untuk membentuk satu perusahaan yang lebih besar, lebih kuat, dan terintegrasi.
👥 DAMPAK MERGER Terhadap HR (PEOPLE)
🧩 a. Integrasi tenaga kerja
Karyawan MFinance berpindah ke AFinance
Tidak langsung terjadi PHK, tetapi:
Ada duplikasi peran
Terjadi:
reassignment
redesign job
potensi rasionalisasi bertahap
👉 Peran HR adalah memastikan “the right person in the right role”
🏢 b. Restrukturisasi organisasi
Struktur AFinance menjadi acuan utama
Karyawan MFinance harus beradaptasi dengan:
atasan baru
KPI baru
cara kerja baru
💡 Dampak umum:
Ada leader yang kehilangan scope
Ada yang justru mendapat tanggung jawab lebih besar
⚖️ c. Integrasi budaya (paling krusial)
Perbedaan umum:
Cara ambil keputusan
Risk appetite
Pendekatan ke customer
👉 Risiko:
“kami vs mereka”
engagement turun
👉 HR perlu:
program penyelarasan budaya
role model dari leadership
😟 d. Sentimen karyawan
Reaksi umum:
Tidak pasti (job security)
Membandingkan benefit
Resistensi perubahan
👉 Jika tidak dikelola → produktivitas turun
🎓 DAMPAK TRAINING
🔄 a. Training sistem & proses (WAJIB)
Sistem AFinance (CRM, kredit, collection)
SOP & compliance
👉 Training ini:
jumlah besar
urgent
high priority
📊 b. Training gap kompetensi
Contoh kebutuhan:
Digital tools
Risk management
Product knowledge
👉 Perlu Training Needs Analysis (TNA)
🧠 c. Training budaya & mindset
Nilai-nilai AFinance
Service excellence
Performance mindset
👔 d. Training leadership
Fokus:
Leading mixed team (MFinance + AFinance)
Change management
Conflict handling
⚠️ RISIKO UTAMA TRAINING
😵 Training fatigue (terlalu banyak sekaligus)
🧩 Tidak tailored per role
⏳ Ganggu operasional bisnis
✅ TRAINING ROADMAP (REKOMENDASI PRAKTIS)
Berikut roadmap 6–12 bulan yang realistis:
🟢 PHASE 1: STABILIZATION (0–3 bulan)
Tujuan: memastikan bisnis tetap jalan
Fokus:
Training sistem inti
SOP critical
Quick culture alignment
Program:
Day 1 Integration Program
Welcome to Adira
Penjelasan perubahan
Core System Training
Loan processing
Collection system
CRM
Critical SOP Training
Compliance
Risk control
Metode:
Kelas online + video singkat
Training singkat (maks 2–3 jam/session)
👉 Output:
Karyawan bisa kerja tanpa gangguan besar
🟡 PHASE 2: ALIGNMENT (3–6 bulan)
Tujuan: menyelaraskan cara kerja & performa
Fokus:
Capability building
Culture embedding
Program:
Role-Based Training
Sales
Collection
Credit analyst
Branch ops
Product Knowledge AFinance
Customer Experience Training
Culture Workshop
“How we work at AFinance”
Metode:
Blended learning
On-the-job coaching
Case study
👉 Output:
Cara kerja mulai seragam
Performa mulai naik
🔵 PHASE 3: OPTIMIZATION (6–12 bulan)
Tujuan: meningkatkan produktivitas & leadership
Fokus:
Leadership
Advanced capability
Talent development
Program:
Leadership Development Program
Change leadership
Managing performance
Advanced Skills Training
Data-driven decision making
Portfolio management
Talent acceleration
Identifikasi high potential (HiPo)
👉 Output:
Organisasi lebih stabil & kuat
🧠 STRATEGI ANTI TRAINING FATIGUE
Ini penting banget 👇
✅ 1. Microlearning
15–30 menit/session
Jangan training panjang
✅ 2. Prioritization
Bedakan:
“must know now”
“learn later”
✅ 3. 70-20-10 approach
70% on the job
20% coaching
10% kelas
✅ 4. Training calendar yang “human”
Hindari training saat peak sales
Beri jeda
✅ 5. Internal champion
Gunakan eks MFinance sebagai trainer👉 Lebih relatable & cepat diterima
📊 KPI YANG PERLU DIPANTAU
Training completion rate
Time to productivity
Employee engagement
Business performance (sales, collection)
🧠 SUMMARY SINGKAT
👉 Dampak people:
Perubahan role + adaptasi budaya + ketidakpastian
👉 Dampak training:
Besar, cepat, dan sangat menentukan sukses merger
👉 Kunci sukses:
Training yang terstruktur, bertahap, dan manusiawi (tidak bikin lelah)
---fp---



Comments